Twitter

Apr 23

jurnal

Jurnal

 

1.1.       Latar Belakang

Setiap hari sepeda motor, mobil dan truk membakar jutaan barel minyak bumi, yang merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Beralih dari kendaraan bermotor ke sepeda merupakan cara paling mudah dan langsung untuk mengurangi emisi gas buang dari sektor transportasi. Selain ramah lingkungan, bersepeda juga memberikan banyak manfaat yang dapat membuat tubuh kita sehat. Banyaknya jenis dan model sepeda dari berbagai merk dan bentuk yang unik tentunya ditujukan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih sepeda sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan mereka .

Di Indonesia ada beberapa jenis dan model yang banyak digunakan oleh masyarakat. Mulai dari sepeda mountain-bike dan road-bike, sepeda yang digunakan sebagai gaya hidup seperti sepeda lipat atau yang lebih dikenal sebagai Seli, hingga sepeda yang lebih ditonjolkan sisi style-nya yaitu low-rider, fixie. Dan juga sepeda yang umurnya sudah tidak muda lagi, yaitu sepeda yang sudah ada pada jaman kakek nenek atau bahkan sudah ada sejak jaman kolonial belanda dulu yaitu sepeda Onthel.

Disini peneliti akan meneliti tentang suatu komunitas sepeda onthel yang ada di Pamekasan (Madura). Menariknya disini adalah bahwa sepeda onthel dapat  ditemukan di kota-kota yang masih sangat kental unsur kebudayaannya serta unsur sejarah seperti di Jogja dan Solo, sudah pasti terdapat banyak pecinta sepeda onthel disana. Tetapi di Pamekasan juga terdapat suatu komunitas sepeda onthel, yang mana pulau Madura terkenal dengan sebutan pulau garam, yang kondisi masyarakatnya dan tempatnya sangat jauh dengan unsur-unsur peninggalan sejarah jaman belanda juga mempunyai penggemar sepeda onthel atau sepeda kebo yang cukup banyak. Selain itu komunitas sepeda onthel di Pamekasan ini juga ikut turut serta dalam program go green, meskipun di daerah Pamekasan sendiri bukan suatu kawasan metropolitan yang wilayahnya bukan merupakan padat kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi udara seperti kota Jakarta dan Surabaya yang sangat tinggi pengaruh polusi udaranya.

Komunitas ini juga melawan arus dengan kondisi jaman sekarang ini, yang cenderung serba modern. Serta banyak sepeda-sepeda keluaran baru yang cenderung lebih keren dan canggih. Seperti sepeda yang mempunyai transmisi untuk mempermudahkan penggunanya dalam mengayuh sehingga tidak merasa berat dalam mengayuh sepeda tersebut. Akan tetapi mereka tetap teguh pada kecintaan mereka terhadap onthel yang dinilai mempunyai nilai sejarah tinggi antic dan unik. Meskipun keberadaan sepeda onthel mulai digeser oleh sepeda jengki yang berukuran lebih kompak, baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Selanjutnya, Sepeda jengki juga mulai tergeser oleh sepeda MTB sampai sekarang.

Di Madura khususnya di Pamekasan, Onthel memiliki komunitas tersendiri. Komunitas ini bernama Lasena Panglepor Ate yang  artinya “Lasena penghibur hati”. Berdiri resmi pada 8 November 2008, oleh 21 orang pendiri dan kemudian diperkenalkan pada masyarakat pada tanggal 26 juli 2009 yang di ikuti oleh 1.167 onthelis seluruh nusantara. Beranggotakan 60 orang aktif tour keluar (mengikuti event) 20 orang. Serta memiliki kegiatan rutin tiap minggu nya pada hari sabtu berkumpul bersama dan bersepeda keliling kota Pamekasan serta menyelusuri desa-desa.

 

 

2.1         Tinjauan Pustaka

2.1  Pemahaman Umum Tentang Komunikasi

Komunikasi merupakan penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain, komunikasi akan berhasil jika adanya pengertian serta kedua belahpihak saling memahaminya. Dimana dapat disimpulkan bahwa komunikasi sangat penting sama halnya dengan bernafas. Kualitas komunikasi menentukan keharmonisan hubungan dengan sesama individu. Adapun bentuk dari komunikasi yaitu (Effendy, 2003: 7) :

a)        Komunikasi Personal (Personal Communication) Terdiri dari komunikasi intrapersonal (Intrapersonal Communication) dankomunikasi antarpersonal (Interpersonal Communication).

b)        Komunikasi kelompok − Komunikasi kelompok kecil (small group communication), terdiri dari ceramah, forum, diskusi dan seminar. − Komunikasi kelompok besar (large group communication), terdiri dari kampanye.

c)        Komunikasi Organisasi (Organization Communication).

d)       Komunikasi Massa (Mass Communication). Adapun proses komunikasi menurut Effendy (2004: 11) terbagi atasa duatahap, yakni secara primer dan secara sekunder.

a.      Proses Komunikasi Secara Primer

Adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada oranglain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang iniumumnya bahasa tetapi dalam situasi komunikasi tertentu lambing-lambang yang digunakan dapat berupa gerak tubuh, gambar, warna dansebagainya.

b.      Proses Komunikasi Secara Sekunder

Adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Proses ini termasuk sambungan dari proses primer untuk menembus dimensi ruang dan waktu, dalam prosesnya komunikasi sekunder ini akan semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih, yang ditopang oleh teknologi-teknologi lainnya.

 

3.1 Tipe dan Jenis Penelitian

Di sini peneliti melaporkan meaning of events atau pemaknaan berbagai kejadian dari apa yang diamati (Kurnia, 2007: 28). Tidak seperti penelitian kuantitatif di mana peneliti sudah meramalkan fenomena kejadiannya, dalam penelitian kualitatif peneliti tidak dapat menduga kejadian yang akan terjadi. Ketidaktahuan itulah yang menjadikan peneliti menjadi lebih baik dalam melaporkan meaning of events. Peneliti membiarkan subjek yang diteliti untuk bebas dan aktif dalam berperilaku dan memaknai realitas sosial. Dengan demikian, tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Nazir dalam Sarwono (2006: 35) metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antara fenomena yang terjadi dengan apa yang diselidiki. Menurut Hadawi Nawawi dalam Sarwono (2006: 36) penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkap suatu masalah atau keadaan sesuatu dengan yang sebenarnya, sehingga sekadar mengungkapkan fakta (fact finding). Hasil penelitian ditekankan untuk memberikan gambaran secara objektif tentang keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.

3.2 Metode Penelitian

Metodologi adalah proses, prinsip, dan prosedur yang digunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban (Mulyana, 2006:145). Menurut Arikunto (1995: 10) bahwa metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Apabila dikaitkan dengan penelitian maka metode penelitian adalah suatu cara untuk melakukan penelitian yang bersifat ilmiah, yang sengaja meneliti sesuatu obyek atau sesuatu masalah tertentu guna memperoleh kebenaran yang objektif dan rasional. Sedangkan menurut Bog dan dan Taylor dalam Nurastuti (2007:90) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut mereka, pendekatan diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).

Selain itu ciri penelitian kualitatif adalah tidak mengutamakan besarnya narasumber atau informanbahkan narasumber atau informannya sangat terbatas. Jika data terkumpul sudah mendalam dan bisa menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari informan lainnya. Penekanan penelitian ini terletak pada persoalan kedalaman (kualitas) data dan bukan banyaknya (kuantitas) data (Kriyantono, 2007:58).

3.3 Fokus Penelitian

Adapun interaksi simbolik disini adalah interaksi sosial dan penggunaan symbol-simbol dalam interaksi tersebut. Interaksi simbolik dilakukan dengan menggunakan bahasa, sebagai satu-satunya simbol yang terpenting, dan melalui isyarat. Simbol bukan merupakan fakta-fakta yang sudah jadi, simbol berada dalam proses yang kontinyu. Proses penyampaian makna inilah yang merupakan subject matter dari analisa interaksi simbolik ini. Dari kedua aspek tersebut, peneliti akan melihat sejauh mana keberadaan komunitas berdasarkan pola komunikasi dan interaksi simbolik anggotanya ini dalam membantu memperkenalkan kotanya. Berangkat dari pemaparan diatas, maka fokus penelitian ini adalah:

1.      Bagaiamana pola komunikasi dan interaksi simbolik yang terbentuk pada komunitas sepeda onthel Lasena Panglepor Ate Pamekasan dalam menjaga kohesivitas kelompok?

2.      Bagaimana kontribusi komunitas sepeda onthel Lasena Panglepor Ate dalam memperkenalkan kota Pamekasan?

3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Kota Pamekasan (Madura). Peneliti mengambil lokasi penelitian di Kota Pamekasan, karena peneliti merasa tertarik dengan keunikan masyarakat di kota tersebut. Dari segi geografis, Pamekasan bukan merupakan tempat yang kaya akan peninggalan sejarahnya tetapi terdapat suatu komunitas sepeda onthel. Oleh sebab itu, peneliti juga ingin mengetahui alasan masyarakat Pamekasan menggemari sepeda onthel yang termasuk sepeda lawas dengan jumlah anggota yang cukup banyak. Mengingat penelitian ini dilakukan untuk penyusunan skripsi, maka ketentuan waktu penelitian yang dilakukan oleh peneliti kurang lebih 2 bulan.

 

4.1 Pembahasan Data Fokus Penelitian

Pola Komunikasi dan Interaksi Simbolik Komunitas Sepeda Onthel Lasena Panglepor ate.

Komunitas ini juga merupakan bentuk kelompok informal karena kelompok tersebut biasanya terbentuk karena petemuan-pertemuan yang berulangkali menjadi dasar bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama (Soekanto, 1986: 122:123). Akan tetapi, kelompok ini telah memiliki struktur organisasi dan peraturan dasar Kompolan Sapeda Kona (La Sena) “Panglepor Ate” yang berisi pasal-pasal yang mengatur komunitas dan telah di bukukan.

IMG_3160

Gambar 4.15

Bhabad LaSena Panglepor Ate

 

Seperti hal nya pada penyajian data pada fokus penelitian maka pembahasan data pada fokus ini dipaparkan secara spesifik dan mendetail berdasarkan subfokus penelitian berikut ini:

 

A.          Pola Komunikasi Komunitas Sepeda Onthel Lasena Panglepor Ate

Pola komunikasi dalam komunitas Lasena Panglepor Ate terbagi dalam proses pembuatan keputusan, penyelesaian konflik dan penyebaran informasi dalam komunitas. Keberadaan komunitas Lasena sebagai salah satu kelompok informal menyebabkan proses pembuatan keputusan terjadi secara horizontal dimana kebijaan tentang peraturan komunitas maupun penentuan event-event yang akan diikuti oleh komunitas di tentukan dengan cara musyawarah atau dalam bahasa Madura dikenal dengan “a bekrembek”. Hal ini sesuai dengan proses pengambilan keputusan secara horizontal yaitu informasi yang bergerak diantara orang-orang dan jabatan-jabatan yang sama tingkat otoritasnya, atau informasi yang bergerak di antara orang-orang dan jabatan-jabatan yang tidak menjadi alasan ataupun bawahan satu dengan yang lainnya dan mereka menempati bagian fungsional yang berbeda (Pace & Faules. 2001: 183-184). Proses penentuan kebijakan dimulai dengan adanya ide atau gagasan dari pengurus kepada anggota saat proses bertemu bersama atau “apol-kompol bereng. Misalnya ide dari Bapak Hasan tentang akan diadakannya event di pamekasan pada saat peluncuran atau pengenalan Lasena pada masyarakat Indonesia. Dimana rencana tersebut di sampaikan kepada para pengurus lain dan dibicarakan. setelah itu ide disampaikan kepada para anggota pada saat pertemuan mingguan. Dari hasil pembicaraan bersama para anggota komunitas Lasena tentunya terdapat usulan dan masukan dari para anggota lainnya.

Dari adanya usulan inilah kemudian ditemukan suatu pemecahan dari usulan yang telah ada. Pada akhirnya para pengurus dan anggota bekerja sama untuk mempersiapkan acara hari jadi komunitas Lasena Panglepor Ate dengan mengundang seluruh komunitas sepeda onthel se-indonesia. Hal ini membuktikan bahwa ide yang disampaikan oleh pengurus maupun oleh anggota tidak semerta-merta langsung di setujui. Tetapi masih diolah dan dilemparkan dulu kepada sumua anggota komunitas, sehingga dihasilkan keputusan atas persetujuan bersama.

Terdapat beberapa pola aliran informasi pada komunitas sepeda onthel Lasena, diantaranya:

1.      Pola Aliran Informasi tidak Beraturan

2.      Pola Aliran Informasi Rantai

3.      Pola Aliran Informasi Pinwheel dalam

Berdasarkan informasi di atas, maka peneliti merumuskan suatu bagan atur peta pemikiran (mind mapping) sebagai berikut:

Mind Mapping

image 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

imageKeterangan:        : unsur penunjang faktor sebelumnya dan menghasilkan unsur selanjutnya.

Gambar 4.19

Pola Komunikasi Pengambilan Keputusan dan Penyebran Informasi

 

 

 

 

 

B.           Interaksi Simbolik Komunitas Sepeda Onthel Lasena Panglepor Ate

Dari deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan diatas maka peneliti akan membahas mengenai Interaksi simbolik komunitas Lasena Panglepor ate. Awal mulanya sepeda onthel itu adalah benda peninggalan sejarah yang dibawa oleh belanda saat menjajah Indonesia. Pada akhirnya menjadi barang langka dan unik yang menjadi barang buruan bagi para penggemarnya.

Bagi beberapa orang, Sepeda onthel  hanya dianggap kendaraan jaman dahulu yang mungkin tidak lagi memiliki nilai berarti. Akan tetapi keadaan ini tidak berlaku bagi para anggota komunitas Lasena Panglepor Ate. Kegemarannya mengoleksi sepeda kuno menjadikan komunitas ini sebagai komunitas pecinta sepeda onthel pertama di Pamekasan, yang juga menjadi motor penggerak munculnya komunitas sepeda onthel lainnya di Pamekasan. Melalui sepeda onthel, anggota komunitas mampu menjalin persaudaraan dengan banyak pecinta sepeda onthel dari seluruh nusantara. Banyaknya komunitas sepeda onthel di seluruh nusantara inilah yang kemudian mendorong komunitas Lasena Panglepor Ate untuk menunjukkan ciri khasnya sebagai komunitas sepeda onthel dari Pamekasan yang tentunya berbeda dengan komunitas sepeda onthel dari daerah lain.

Dari ciri khas penampilan fisik yang dimiliki seperti baju dan aksesoris yang digunakan itulah muncul sebuah komunikasi yang dinamakan interaksi simbolik. Melalui interaksi simbolik inilah komunitas Lasena ingin menunjukan maksud dan tujuannya dalam berpenampilan yang dapat menunjukan  indentitas mereka sebagai orang Madura. Melalui penampilan yang dikenakan dan aksesoris yang terdapat didalam komunitas tentunya memiliki suatu informasi. Perspektif interaksionisme simbolik memulainya dengan pemaknaan (meaning), bahasa (language), dan pikiran (thought).

           

C.   Kontribusi Komunitas Sepeda Onthel Lasena Panglepor Ate dalam Memperkenalkan Kota Pamekasan.

            Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap pola komunikasi dan interaksi simbolik komunitas Lasena Panglepor Ate dalam membantu memperkenalkan kota Pamekasan, menemukan adanya sebuah pengenalan kota Pamekasan baik secara langsung dan tidak langsung yang di komunikasikan oleh anggota Lasena kepada para peserta lainnya pada saat mereka mengikuti avent-event ke luar kota.  Seperti data yang telah di didapatkan oleh peneliti, mereka kerap kali mengikuti dan menghadiri event-event atau acara keluar kota dengan membawa nama kota Pamekasan dan memakai simbol-simbol Madura, khususnya kota Pamekasan. Event-event yang telah mereka ikuti seperti di Sampang yaitu pada acara deklarasi Sampang, di Probolinggo, Bojonegoro, Tuban, Ponorogo, Mojokerto, Surabaya, Lamongan, Bandung, Kerawang Bekasi dan pada tanggal 20 Mei 2012 kemaren mereka pergi ke Jombang untuk mengikuti event sepeda onthel.

Sedangkan pengenalan kota Pamekasan secara tidak langsung meliputi simbol-simbol Madura, khususnya kota Pamekasan yang mereka kenakan dan mereka bawa pada saat mereka mengikuti event di luar kota. Simbol-simbol ini seperti penggunaan baju khas Madura (kaos bergariskan warna merah dan putih, celana kain hitam ¾, rompi kain hitam lengan panjang dan hiasan kepala atau odheng), plat besi bergambar tugu Arek Lancor dan bertuliskan Lasena Pamekasan yang diletakkan pada  bagian “slebor” depan atau belakang sepeda dan umbul-umbul yang bertuliskan “Lasena Pamekasan” yang selalu di gunakan pada saat mereka mengikuti event atau kegiatan komunitas. Selain itu penggunaan batik khas Pamekasan kerap pula digunakan oleh anggota perempuan dari komunitas Lasena yang kebanyakan adalah istri dari para anggota Lasena, seperti pada saat Lasena mengikuti event di Malang tanggal 23 Mei 2010. Batik ini dikenakan  oleh para ibu sebagai bawahan atau jarit sebagai pelengkap kebaya yang mereka kenakan. Berikut adalah dokumentasi komunitas Lasena ketika mengikuti event di Malang.

CIMG2697

Gambar 4.20

(Komunitas Lasena ketika mengikuti event di malang)

Pakaian adat Madura yang bercorak warna merah putih sudah menjadi simbol budaya Madura, sehingga ketika orang melihat pakaian tersebut maka mereka akan mampu mengidentifikasikan penggunanya sebagai orang Madura. Penggunaan umbul-umbul bertuliskan Lasena Pamekasan juga semakin menguatkan keberadaan komunitas Lasena sebagai komunitas sepeda onthel asal Pamekasan Madura. Dari penampilan mereka maka sebenarnya mereka telah mampu mengirimkan pesan pada siapapun yang melihat bahwa mereka adalah komunitas sepeda onthel dari Pamekasan.

Dari hasil penelitian didapati bahwa kontribusi komunitas Lasena Panglepor Ate dalam bidang pendidikan dan budaya sejauh ini masih belum ada. Hal ini dikarenakan komunitas ini adalah komunitas sosial yang mewadahi pecinta sepeda kuno, jadi kontribusi yang dilakukan lebih pada bidang sosial budaya, dimana mereka sebagai komunitas sosial turut memperkenalkan kota Pamekasan pada anggota komunitas onthel dari daerah lain baik melalui lisan seperti obrolan langsung maupun non lisan atau penggunaan atribut-atribut khas Pamekasan ketika mereka mengikuti event di luar kota. Sedangkan dari bidang ekonomi, kontribusi yang diberikan oleh komunitas Lasena tidak begitu besar. Hal tersebut misalnya, ketika komunitas bertandang ke daerah lain, mereka Kerap kali membawa batik khas Pamekasan dan mempromosikannya pada komunitas lain. Ketika anggota komunitas lain tertarik dengan batik khas Pamekasan, maka mereka akan membelinya. Hal inilah yang kemudian secara tidak langsung telah membantu perekonomian dari perajin batik Pamekasan.

KESIMPULAN

Bedasarkan hasil penelitian mengenai pola komunikasi dan interaksi simbolik yang terjadi di dalam Komunitas Lasena Panglepor Ate, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1.      Pola komunikasi pengambilan keputusan dalam komunitas Lasena adalah dengan cara Abekrembek (musyawarah) antar pengurus dan anggota yang menghasilkan kebijakan dalam komunitas dan event-event apa aja yang akan di laksanakan.

2.      Pola komunikasi penyebaran informasi dalam komunitas dilihat dari proses komunikasinya terbagi menjadi primer (bertemu saat dikantor, bertemu saat santai) dan sekunder (melalui SMS dan telephone), sedangkan penyebaran pesan terjadi secara tidak beraturan.

3.      Adanya pola komunikasi dalam pembuatan keputusan dan pola komunikasi dalam penyebaran informasi menghasilkan kohesi kelompok dalam komunitas Lasena Panglepor Ate.

5.2       SARAN

1.      Penyusunan struktur penyebaran informasi yang lebih sistematis agar apabila ada anggota atau pengurus yang tidak mendapatkan informasi dapat ditelusuri dari mana penyebab kesalahan itu. Misalnya si A diberikan tanggung jawab untuk menyebarkan informasi pada si B, C dan D. sedangkan si B diberi tanggung jawab untuk menyebarkan informasi pada si X, Y dan Z. dengan cara ini maka informasi akan berlangsung secara berantai, sehingga akan lebih mudah dalam proses penyebarannya dan meminimalisir terjadinya informasi yang tersebar tidak merata pada seluruh anggota.

2.      Sebaiknya komunitas Lasena ini menggandeng semua komunitas sepeda onthel yang ada di pamekasan untuk bersama-sama bergabung komunitas sepeda onthel yang lebih besar di pamekasan, sehingga nantinya apabila mengikuti event-event keluar kota dapat di hadiri oleh peserta yang lebih banyak lagi dan tentunya dapat mempermudah dalam membantu memperkenalkan kota pamekasan baik dari segi budaya maupun kekayaan alam kepeda komunitas sepeda onthel lainnya.

3.      Lebih banyak kegiatan yang dilakukan di dalam kota pamekasan dengan mengundang komunitas sepeda onthel dari daerah lain. Denga siselingi acara-acara yang menonjolkan budaya pamekasan seperti acara, semalam di maduran, karapan sapid an lain-lain.

 Sebaiknya komunitas Lasena ini lebih memperbanyak kontribusi di bidang ekonomi dengan cara meningkatkan promosi batik Khas Pamekasan ketika mengikuti event ke luar kota. Mempromosikan bisa dengan cara menggunakan batik khas pamekasan pada saat naik sepeda bersama atau ngontel bareng pada saat mereka mengikuti event, maupun melalui promosi ketika mereka mengobrol santai

 

May 13

Sunset on no whare | Original pic by @tiikabluwiy | edit by me..  (Taken with Instagram at Instavan.as/robby_tobby)

Sunset on no whare | Original pic by @tiikabluwiy | edit by me.. (Taken with Instagram at Instavan.as/robby_tobby)

Mar 19

Baju putih merah indentik dengan orang madura @firstmedia_ind #homecablehd #ngchd #instago #iphonesia  (Taken with instagram)

Baju putih merah indentik dengan orang madura @firstmedia_ind #homecablehd #ngchd #instago #iphonesia (Taken with instagram)

Mar 13

Kudaku dan aku lari gagah berani. Ini hobby ku @firstmedia_ind #ngchd #homecablehd #iphonesia #instago (Taken with instagram)

Kudaku dan aku lari gagah berani. Ini hobby ku @firstmedia_ind #ngchd #homecablehd #iphonesia #instago (Taken with instagram)

Mar 11

Om Steve Jobs Has Changed the World (Taken with instagram)

Om Steve Jobs Has Changed the World (Taken with instagram)

Mar 08

Si Gundul bernyanyi *aiueo* @firstmedia_ind #iphonesia #ngchd #homecablehd #instago  (Taken with instagram)

Si Gundul bernyanyi *aiueo* @firstmedia_ind #iphonesia #ngchd #homecablehd #instago (Taken with instagram)

Mar 07

Setelah umur 65tahun akhirnya bapak inj bisa naek speda @firstmedia_ind #homecablehd #ngchd #iphonesia #instago  (Taken with instagram)

Setelah umur 65tahun akhirnya bapak inj bisa naek speda @firstmedia_ind #homecablehd #ngchd #iphonesia #instago (Taken with instagram)

Abang, Eneng di gandeng donk!  @firstmedia_ind #instago #iphonesia #ngchd #homecablehd (Taken with instagram)

Abang, Eneng di gandeng donk! @firstmedia_ind #instago #iphonesia #ngchd #homecablehd (Taken with instagram)

Mar 05

Me & my friends forever @firstmedia_ind #NGCHD #iphonesia #instago #homecablehd (Taken with instagram)

Me & my friends forever @firstmedia_ind #NGCHD #iphonesia #instago #homecablehd (Taken with instagram)

Feb 29

Genjrengkan jarimu..  @firstmedia_ind #ngchd #homecablehd #iphonesia #instago  (Taken with instagram)

Genjrengkan jarimu.. @firstmedia_ind #ngchd #homecablehd #iphonesia #instago (Taken with instagram)